rajatraffic

Cara Agar Salat Khusyu dan Pikiran Tidak Kemana-mana, Mulai dari Membaca Niatnya

16 Des 2021  |  606xDitulis oleh : Admin
Cara Agar Salat Khusyu dan Pikiran Tidak Kemana-mana, Mulai dari Membaca Niatnya

Penting bagi seorang muslim untuk menggapai Salat yang khusyu.

Nah, terkait ini ada caranya lho bagaimana supaya Salat khusyu dan pikiran tidak ke mana-mana.

Termasuk bagaimana cara membaca niatnya.

Seperti kita ketahui, Salat khusyu dan pikiran tidak kemana-mana adalah beberapa hal yang diinginkan seorang muslim dalam menjalankan Salat baik fardhu maupun sunnah.

Lantas bagaimana caranya?

Saat melaksanakan Salat, kita sangat disarankan untuk dalam keadaan hati dan pikiran yang tenang.

Salat apapun itu, baik Salat fardhu maupun Salat sunnah.

Karena itu penting bagi seorang muslim untuk khusyu saat melaksanakan Salat.

Khusyu adalah upaya mengerahkan segenap pikiran dan hati hanya kepada Allah Swt,

Khusyu dan hati dan pikiran yang tenang adalah dua hal yang berkaitan.

Berkat hati dan pikiran tenang kita bisa menjadi khusyu, lalu dengan khusyu maka hati dan pikiran kita menjadi tenang.

Lantas bagaimana caranya agar Salat kita khusyu?

Satu di antara kuncinya adalah niat Salat.

Buya Yahya menjelaskan niat dibarengi dengan pekerjaan yang dilakukan dalam suatu amalan.

“Jadi yang nama niat itu harus bareng. Pertama kali (amalan) kita lakukan, maka niat dihadirkan. Ketika wudhu, saat pertama kali membasuh wajah, di situlah niat dihadirkan. Kecuali puasa, niat mendahului dari pekerjaannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan niat di dalam Salat adalah waktu takbiratul ikhram.

Adapun lafadz niat “Ushalli…” yang umumnya kita pahami adalah muqaddimah niat.

Bacaan niat itu ditujukan untuk menata hati dan pikiran kita.

“Ushalli itu belum niat, itu baru menata hati,” katanya.

Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa kunci niat Salat itu adalah meyakini dengan sadar dan sepenuh hati mengenai Salat apa yang sedang kita kerjakan.

Artinya tidak ada rasa was-was atau takut salah sehingga dilakukan berulang-ulang.

Selain niat, seorang muslim harus memahami bacaan agar salatnya khusyuk.

“”Pahami yang kita baca… ikuti makna bacaannya,’ ujar Buya Yahya.

Buya Yahya juga menjelaskan dalam melaksanakan Salat pada waktu Salat dan tidak dilaksanakan dengan buru-buru.

Sementara Ustadz Abdul Somad menjelaskan ada lima tahap agar Salat kita khusyu.

Kelima tahap Salat khusyu tersebut adalah

1. Ketika berwudhu jangan bercakap.

Jelas, sangat tidak dianjurkan bercakap-cakap ketika sedang berwudhu.

2. Tak Boleh Tasybik dari Tempat Wudhu ke Tempat Salat

Tasybik adalah gerakan semacam gerak merenggangkan tulang atau meng-kretek-kan tulang.

3. Sambung Seruan Adzan

UAS menjelaskan, tidak dianjurkan juga bercakap saat adzan dikumandangkan

Kita dianjurkan untuk menyambung setiap bacaan adzan yang dikumandangkan.

“Siapa yang bercakap waktu adzan dikumandangkan, dikhawatirkan matinya dalam keadaan suul khotimah. Begitu kata Imam Al Habib Jalaluddin Al-Suyuthi,’ ujar Ustadz Abdul Somad.

4. Mulut membaca, hati mengingat

Ustadz Abdul Somad mengatakan mulut Rasulullah SAW bergerak ketika Salat.

Itu artinya Nabi Muhammad SAW membaca bacaan salatnya.

“Jenggotnya bergoyang, karena dagunya bergerak,” ujar Ustadz Abdul Somad

5. Pahami bacaan

UAS menjelaskan, memahami bacaaan bukan berarti menerjemahkan.

Memahami berarti kita paham makna bacaan yang kita baca dalam Salat.

“Salat ini macam meniti pematang sawang, jatuh balik lagi jatuh balik lagi (khusyuk kemudian tak khusyuk kembali lagi berupaya khusyuk begitu seterusnya berupaya khusyuk)” ujarnya.

Cara Salat Lebih Khusyu menurut Ustadz Adi Hidayat

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat memberikan cara bagi anda supaya salat lebih khusyuk atau tenangnya hati yang tampak dalam amal anggota badan.

Seseorang yang khusyuk dalam salat, pikirannya akan tenang, tidak memikirkan dan berpaling kepada hal-hal yang tidak berkaitan dengan salat.

Salat itu tidak mudah kecuali bagi orang khusyuk

Siapa orang khusyuk itu? ayat 46 nya,

Cara pertama

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Arab-Latin: Allażīna yaẓunnụna annahum mulāqụ rabbihim wa annahum ilaihi rāji’ụn

Terjemah Arti: (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Kalau anda ingin khusyuk dalam salat rasakan saat akan salat bahwa anda akan menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Ketika mendengar panggilan dari masjid anda akan menghadap maka kenakan pakaian terbaikmu, pakaian terbaikmu

Kedua Quran Surah ke 5 ayat ke 6

Hai orang-orang beriman kalau ingin salat sempurnakan wudhunya, sempurnakan wudhunya, jangan asal wudhu, jauhi sembarangan Wudhu, kata Quran kalau anda ingin khusyuk salatnya sempurnakan wudhu dengan baik

Ketiga ini yang paling penting

wa annahum ilaihi rāji’ụn

dan rasakanlah barang kali itu adalah salat terakhir yang anda kerjakan, mungkin dalam salat itu anda akan menghadap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk selamanya

Kenapa kamu kenakan pakaian terbaik yang halal? kenapa kamu berwudhu dengan sempurna? barang kali pakaian itulah pakaian terbaik yang akan kamu kenakan akhir dalam kehidupanmu, rasakan seperti salat yang terakhir yang mungkin kita akan kerjakan dalam hidup kita. [bnka]

Baca Juga: