
Di tengah panasnya kota Mekkah, saat dakwah Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam masih menghadapi penolakan dan ejekan, turunlah sebuah surah yang bukan hanya mengguncang hati orang-orang kafir, tetapi juga menjadi pelindung bagi orang-orang beriman. " Itulah Surah Al-Mulk"
Surah yang turun bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk mengubah cara manusia memandang kehidupan dan kematian.
Malam itu, Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam menyendiri, langit Makkah sunyi, bintang-bintang bertaburan sebagai saksi keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tiba-tiba Jibril ‘alaihis salam datang membawa wahyu.
Allah menurunkan firman-Nya yang artinya:
“Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS. AlMulk ayat 1)
Ayat pertama ini turun seperti ketukan keras pada hati manusia, bahwa kekuasaan sejati bukan milik raja, bukan milik harta, tetap[I milik Allah semata.
Surah AL-Mulk turun untuk menjawab kesombongan manusia:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya”. (QS Al-Mulk ayat 2)
Kematian disebut lebih dulu daripada kehidupan, Seolah Allah mengingatkan:
“Ingatlah kematian sebelum engkau sibuk dengan hidup”
Dalam surah ini, Allah mengajak manusia menengadah ke langit. “ Maka ulangi pandanganmu, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk 3-4)
Langit yang sempurna menjadi bukti bahwa dunia bukanlah kebetulan, dan manusia bukan makhluk tanpa tujuan.
Surah Al-Mulk juga turun sebagai peringatan keras bagi para pendusta. “Dan bagi orang-orang kafir kepada Tuhan mereka, azab neraka Jahannam.” (QS Al-Mulk: 6)
Mereka yang menertawakan ayat Allah kelak akan mendengar suara neraka yang menggelegar.
Namun di balik ancaman itu, Allah juga menunrunkan harapan besar.
Rasuluyllah bersabda “Ada satu surah dalam Al-Qur’an terdiri dari tiga puluh ayat,yang memberi sayafaat bagi pembacanya hingga ia diampuni” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Surah itu adalah Al-Mulk, dalam riawayat lain disebutkan Rasulullah tidak tidur sebelum membaca Surah Al-Mulk.
Para ulama menjelaskan, surah AlMulk akan datang sebagai pembela bagi pembacanya di alam kubur.
Ketika azab hendak mendekat, surah ini berkata “ia membacaku dan mengamalkanku”
Maka azad pun ditahan atas izin Allah.
Surah Al-Mulk bukan surah penghibur semata, tetapi peringatan penuh kasih.
Barang siapa mengingatkan AL Mulk sebagai sahabat di dunia, maka ia akan ditemani di tempat paling sunyi di alam kubur.
Jika suatu hari tanah menutup tubuh kita, dan manusia pergi meninggalkan kita sendirian, maka Surah Al Mulk akan tetap tinggal: membela, menjaga, dan memberi harapan “Tabarakkadzi bi yadihil mulk..”
Semoga surah ini menjadi cahaya di dunia dan penolong di alam kubur. Aamiin yaa Robbal’alamin, wallahu a’lam bish shawab.